
Udin tampak sedang bolak-balik di pinggir jalan depan rumahnya yang diterangi lampu dari tiang listrik, sudah berjam-jam Udin bolak-balik, kemudian dia duduk untuk beristirahat, seorang tetangganya lewat dan kemudian bertanya, sedang apa kamu din, kok sepertinya lelah sekali, Udin kemudian menjawab, saya sedang mencari kunci rumah yang hilang, namun sudah berjam-jam aku cari tetap saja tidak ketemu, tetangganya kemudian bertanya lagi, coba kamu ingat-ingat, dimana kira-kira hilangnya kunci itu, Udin pun menjawab, sebetulnya kunci itu jatuhnya dirumah, tapi seperti kamu lihat sendiri, rumahku listriknya mati, bagaimana aku menemukannya kalau gelap begitu.
Cerita ini mungkin sudah berpuluh kali kita dengar atau kita ceritakan, kita hanya menganggap Udin adalah MANUSIA SUPER BODOH, tapi PERCAYAKAH atau SADARKAH kita bahwa sebetulnya kita SEBELAS-DUA BELAS dengan Udin, atau banyak hal yang sudah dan masih kita lakukan sebetulnya persis seperti yang Udin lakukan.
Bukan tidak mungkin yang kita cari untuk Sandaran Hidup, Kedamain, Cinta, bahkan sampai kepada Tuhan, kita mencarinya dengan CARA dan TEMPAT yang SALAH, hanya saja kita tidak SADAR, tidak MENYADARI atau sebetulnya SADAR tetapi TIDAK MAU melepaskan HASRAT DIRI dari kesalahan tersebut.